Mungkinkah kita semua
bisa membayangkan bagaimana nasibnya jika dalam semenit saja Allah dengan
kehendakNya men-STOP oksigen di bumi ini. Bisakah kita bayangkan apa jadinya
jika dalam semenit saja Allah dengan kehendakNya menonaktifkan gaya gravitasi
bumi. Dapatkah kita bayangkan apa jadinya jika dalam beberapa detik saja Allah
dengan kehendakNya melepas lapisan ozon yang membungkus bumi??? Yang pasti jika
hanya salah satu saja dari sebagian kecil kekuasaan Allah tersebut terjadi,
seluruh ekosistem dan tata kehidupan akan berantakan dan dampak buruk yang
terjadi akan sangat luar biasa bagi kehidupan. Syukur Alhamdulillah Allah Swt
Maha Pengasih dan Maha Bijaksana masih mengizinkan kita untuk menikmati
kehidupan dunia sampai detik ini.
Tiada satupun alasan bagi
manusia untuk tidak bersyukur kepada Allah Swt. Seharusnya inilah prinsip yang
wajib dimiliki oleh setiap muslim. Di
mana pun dan dalam keadaan apapun kita wajib mensyukuri apa yang telah Allah
berikan kepada para hambaNya.
Apabila kita mau
berfikir, begitu hebatnya Kebesaran Allah Ta’alaa dan sangat amat kerdilnya
kita sebagai manusia. Dengan kehendakNya Allah mampu melakukan apapun yang Dia
kehendaki. Seluruh ruang di alam semesta ini tidak lepas dari pantauan dan
kendali-Nya. Rangkaian ekosistem dalam kehidupan ini pun telah diatur dengan
begitu rapi dan sistematis oleh-Nya. Pergantian malam dan siang, musim hujan,
panas, semi, dan dingin adalah akibat rotasi dan evolusi bumi dalam mengitari
Sang Surya yang tentunya telah di desain oleh Allah dengan sangat mempesona.
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan
bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi
orang-orang yang berakal” {QS. Ali Imran: 190}
Oksigen disediakan
cuma-cuma untuk seluruh makhluknya tanpa satu sen-pun dipungut biaya. Kalaulah sehirup
oksigen itu dikenakan harga, tentu tak akan mampu kita untuk membayarnya.
Seluruh kekayaan dan potensi alam di bumi juga di peruntukkan bagi kita. Gaya
gravitasi bumi yang mungkin jarang kita renungkan diciptakan juga demi
terjaganya kita untuk tetap berpijak di bumi. Mungkin selama ini kita kurang
menganggap sebagian kecil ciptaan Allah tersebut, padahal jika direnungkan
lebih dalam kita tentu tak akan bisa hidup nyaman dan aman di bumi tercinta
kita baik tanpa gaya gravitasi dan oksigen gratis unlimited yang notabene keduanya masih sebagian kecil dari
kebesaran Allah.
Begitu baiknya Allah
Swt dengan seluruh rahmatNya yang masih tercurahkan kepada para makhluknya.
Walaupun terkadang kita sebagai hambaNya bersikap kufur terhadap nikmatNya,
namun Allah masih menjamin oksigen bagi kita. Walaupun diantara para hambaNya
terdapat orang-orang yang mempersekutukan-Nya, namun Allah masih memberikan
kesempatan waktu bagi mereka untuk hidup nyaman di bumi. Walaupun diantara para
manusia ada yang memusuhi agamaNya, namun Allah masih menjamin rizki baginya.
“Dan tidak ada suatu binatang melata [makhluk
Allah yang bernyawa] pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya, dan
Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. semuanya
tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).” {QS Hud: 6}
Sebagai muslim, marilah
kita bersama belajar dan berusaha untuk selalu mensyukuri apapun yang telah
Allah sediakan bagi kita para hambaNya. Sekalipun ditimpa sebuah musibah yang
merupakan bentuk ujian dari Allah, marilah kita tetap bersusaha untuk bersabar dan
tabah serta memohon yang terbaik kepadaNya. Kita harus menyadari bahwa tujuan
kita diciptakan memang untuk diuji. Allah Ta’ala berfirman:
“Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa
di antara kamu yang lebih baik amalnya. dan Dia Maha Perkasa lagi Maha
Pengampun.” {QS Al Mulk: 2}
Sebagai muslim kita
harus meyakini bahwa bersyukur adalah tindakan baik dan bijaksana yang sudah
sepatutnya menjadi sikap setiap muslim dalam setiap momen dan keadaan. Hidup
ini adalah rangkaian proses kita belajar dan berusaha untuk menjadi pribadi
yang berkualitas dihadapan Allah, oleh karenanya belajar dan berusaha untuk
memelihara rasa syukur sudah menjadi tanggung jawab bagi setiap pribadi muslim.
Jangan sampai faktor lain mempengaruhi mempengaruhi prinsip kita akan rasa
syukur. Ingat saudaraku sekalian yang tercinta, ada konsekuensi yang akan kita
dapatkan tergantung apakah kita termasuk hambaNya yang pandai bersyukur ataukah
justru kufur nikmat sebagaimana firmanNya:
“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu
memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah
(nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya
azab-Ku sangat pedih”. {QS. Ibrahim: 7}
Rasa syukur yang kita
miliki adalah salah satu nikmat yang tidak semua orang mampu untuk menjaganya.
Selain Allah menjanjikan nikmat yang bertambah bagi hambaNya yang bersyukur,
dengan rasa syukur seseorang bisa merasa tenteram dan nyaman dalam menjalani
kehidupan, tidak merasa iri dengan kelebihan yang dimiliki orang lain, dan
selalu rendah hati akan nikmat Allah yang telah ia peroleh.
Rasulullah Muhammad Saw
pernah berpesan kepada kita selaku ummatnya:
Dari Abu Hurairah
Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda:
"Lihatlah orang yang berada di bawahmu dan jangan melihat orang yang
berada di atasmu karena hal itu lebih patut agar engkau sekalian tiak
menganggap rendah nikmat Allah yang telah diberikan kepadamu. {Muttafaq Alaihi}.
Dari hadits beliau yang
tersurat, telah menyiratkan bahwa sejatinya setiap muslim haruslah memiliki
rasa simpati dan empati kepada saudaranya yang secara kondisi tidak lebih baik
dari kita. Dengan merasa simpati dan empati, kita bisa membayangkan mungkinkah
kita bisa hidup seperti mereka yang kondisinya dibawah, lalu kita pun merasa
diri sebagai manusia yang lebih beruntung sehingga tak ada satupun alasan yang
tepat untuk tidak mensyukuri nikmat yang telah Allah beri dan alangkah baiknya jika hati kita tergerak
untuk membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan.
Dengan kita berpikir
dan merenungkan seluruh ciptaan Allah, hal itu akan membuat kita sangat kagum
dan terpesona akan Allah dan KeagunganNya. Selain itu juga akan membuat kita
semakin beriman dan bertaqwa kepadaNya. Cinta, kekaguman, dan ketakjuban serta
rasa syukur kita pada-Nya kian kuat terjaga dan terpelihara.
Semoga dalam perjalan
hidup ini Allah selalu membimbing dan menuntun setiap langkah kita serta
menganugerahkan semangat yang luar biasa pada kita untuk selalu bersyukur
selamanya. Amiin Ya Rabb..
NB: Bagi saudara/i
diperbolehkan untuk meng-copy paste artikel ini, namun dengan syarat harus
mencantumkan sumber (source) web ini guna pihak lain juga mendapat manfaat atas
dibuatnya blog ini dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan secara bersama. Syukran :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar