Rabu, 29 Mei 2013

PRODUK CINTA


Semoga dari tulisan ini tak hanya sekedar berbagi informasi, namun juga memberikan edukasi, inspirasi, dan motivasi serta peneguh hati.. | :)

“Kita produk Cinta.. karena kita dilahirkan dengan cinta.. dibesarkan dengan cinta.. maka dalam menjalani hidup pun harus dengan penuh cinta.. beribadah karena cinta.. mempersembahkan yang terbaik karena cinta.. yakni cinta kita kepada Allah Ta’ala..” (Muammal Habibi) | :) 
Sebelum anda membaca lebih lanjut tulisan saya, terlebih dahulu saya ingin menyapa anda semua :
                           “Assalamu’alaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakaatuh…” :)

Sapaan yang mulia, berisikan kalimah indah, bermuatan doa untuk anda, sebagai wujud kepedulian cinta sesama saudara. Dan saya berharap.. (eh maaf.. saya ralat kata “berharap” jadi “Memaksa”) dan saya memaksa kepada para pembaca untuk menjawab salam saya sekali-pun dalam hati karena menjawab salam tuh wajib hukumnya, dan dari jawaban salam anda terdapat hak saya untuk mendapatkan doa juga dari anda.. :) | (jangan merasa terancam ya) :D hehe..

Saudara-saudaraku yang baik hati dan mulia akhlaknya, serta rajin ibadahnya (di aamiinin ya), kita semua dilahirkan sebagai seorang JUARA. Yah, kita adalah JUARA..! saya tambahin deh, kita JUARA PENUH CINTA NAN MULIA.. (mantap kan!) hehe :D
Kenapa demikian??

Kita JUARA karena ;
Kita bermula dari “Nuthfah” ((maaf) air mani) terdiri dari jutaan sel sperma (spermatozoa) yang berenang melalui rahim dengan bantuan lendir serviks dalam rahim wanita dan terus bergerak menuju saluran sel telur. Singkatnya, jutaan sel sperma tersebut semuanya berkompetisi untuk mencapai satu tujuan, yakni ovum (sel reproduksi wanita). Dari jutaan sperma yang berkompetisi hanya satu-lah yang berhasil mencapai tujuannya, dialah juaranya, dan JUARA ITU ADALAH KITA !! .. :)

Kita PENUH CINTA nan MULIA karena ;
Dalam masa 9 bulan 10 hari kita berada dalam kandungan. Saat berada dalam kandungan Ibu, beliau melakukan perjuangan dan pengorbanan yang luar biasa hebatnya. Setiap saat ibu selalu memperhatikan kondisi calon buah hatinya, mengkonsumsi asupan yang bergizi guna menutrisi sang jabang bayi, saat berjalan sangat berhati-hati karena takut mencederai calon bayi, bahkan saat duduk dan tidur pun selalu berhati-hati. Salah satu yang perlu diapresiasi adalah dalam aktifitas apapun Sang Ibu memaksa diri untuk tetap kuat dengan beban yang ada didalam rahimnya selama berbulan-bulan. “Nah loh, kita saja yang baru diminta tolong ibu sebentar saja kok males2an…!”. Namun saya yakin para pembaca disini adalah anak yang berbakti dan selalu memuliakan orang tua | aamiin .. :)

Kembali pada pembahasan. Ketika tiba saatnya melahirkan, kian terlihat perjuangan, pengorbanan, dan kesabaran Sang Ibu yang semakin luar biasa. Konsekuensinya, menempatkan dirinya berada diantara hidup dan mati. Berkat perjuangan ibu (dan izin Allah) kita semua bisa hadir di dunia yang indah ini. Perjuangan, pengorbanan, dan kesabaran ibu tersebut hanya untuk satu alasan, CINTA. Yah, faktor CINTA yang besar itulah sang Ibu telah meMULIA-kan anaknya dengan mempersembahkan segala bentuk pengorbanan hingga kita bisa seperti saat ini. Hingga anda semua bisa bicara, berbahasa, menulis, dan membaca, (termasuk bisa membaca tulisan saya juga, hehe :D)..

Namun dibalik kecintaan ibu tersebut, kasih sayang dan cinta dari Allah juga menyertai perjalanan hidup kita. Dengan kasih sayang Allah telah menjaga Ibu saat hamil dan meng-ijabah segala doa yang dipanjatkan orang tua agar kita bisa lahir dengan sehat dan selamat. Kasih sayang Allah masih menyertai kita hingga kita bisa menjadi muslim/muslimah yang baik seperti saat ini | aamiin :) .. Sekarang terjawab sudah bahwa kita adalah “PRODUK CINTA nan MULIA”.

"Allah itu baik.. Allah pun menciptakan kita dengan baik.. Maka berbuatlah yang baik karena Allah menerima semua hal yang Baik.." (Muammal Habibi)

"Allah itu Sumber Kasih Sayang dan Cinta para hambaNya.. Dia menganugerahkan dunia yang indah ini untuk kita.. Dia memanjakan kita, karena pada dasarnya manusia memang makhluk yang manja, yang tak mungkin sanggup hidup tanpa bantuan-Nya, dan Allah Maha Baik selalu mendengarkan & meng-ijabah segala apa yang dibutuhkan para hambaNya.." (Muammal Habibi)

Allah sayang dan peduli kepada para hambaNya.. Allah menyediakan kesempatan bagi hambaNya dalam setiap waktu untuk meminta. Kesempatan tersebut bisa kita pergunakan dalam SHALAT dan DOA. Jika shalat diterapkan dengan baik dan benar sesuai dengan cara Nabi Muhammad Saw serta Khusu’, maka shalat dapat menjadi meditasi terampuh untuk menyelesaikan segala persoalan hidup dan bermacam penyakit baik jiwa, raga, maupun moral yang buruk.

Saat kondisi finansial menipis dan butuh rezeki, Allah mnyediakan caranya (shalat Dhuha),saat mengalami kebimbangan diantara berbagai pilihan dalam hidup dan berharap agar mantap dalam memilih, Allah mnyediakan caranya (shalat istikharah) | ingin diberi segala kebaikan dan kemudahan hidup serta kebaikan akhirat atau apapun yang anda butuhkan, Allah mnyediakan caranya (shalat tahajud). Shalat Tahajjud sangat besar manfaatnya. Selain manfaat di akhirat, sholat tahajud juga sangat bermanfaat di dunia.

Nah, kalau anda saat ini sudah paham, berarti ngga’ ada alasan lagi dong untuk galau dan sedih serta putus asa. Sugestikan pada diri bahwa “SAYA JUARA PENUH CINTA NAN MULIA”. Kalau perlu ucapkan dengan keras sebanyak 10 x 1 hari (kalah dong minum obat :D) | Tetaplah tersenyum.. :)

Oleh karenanya akhir-akhir ini saya begitu gencar berkampanye ANTI GALAU (tapi ngga’ pake dana politik loh :D), karena berharap dengan meng-kampanyekan ANTI GALAU baik melalui akun Facebook pribadi maupun melalui Fanpage "Tebarkan Senyum & Sebarkan Salam” bertujuan untuk membangun dan meneguhkan jiwa Kaum Muslimin agar semakin tegar. Harapannya, setelah membaca tulisan ini anda semua bisa lebih teguh Imannya dan turut berpatisipasi juga dalam membangun dan meneguhkan jiwa saudara-saudara seiman kita. Oke.. :)

karena kita semua Produk Cinta, maka lakukan semua dengan ikhlas dan indah :)

Bila berminat, silahkan di copy tapi bayar royalty ya, (just Kidding) :D | Silahkan juga di Share demi bermanfaat untuk yang lain :)

"Wassalamu'alaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakaatuh" :)


NB: Bagi saudara/i diperbolehkan untuk meng-copy paste artikel ini, namun dengan syarat harus mencantumkan sumber (source) web ini guna pihak lain juga mendapat manfaat atas dibuatnya blog ini dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan secara bersama. Syukran :)


#SalamSenyum :)

Muammal Habibi :)

Selasa, 14 Mei 2013

BERSYUKUR Harus Menjadi Prinsip Setiap Muslim

Oleh: Muammal Habibi
Mungkinkah kita semua bisa membayangkan bagaimana nasibnya jika dalam semenit saja Allah dengan kehendakNya men-STOP oksigen di bumi ini. Bisakah kita bayangkan apa jadinya jika dalam semenit saja Allah dengan kehendakNya menonaktifkan gaya gravitasi bumi. Dapatkah kita bayangkan apa jadinya jika dalam beberapa detik saja Allah dengan kehendakNya melepas lapisan ozon yang membungkus bumi??? Yang pasti jika hanya salah satu saja dari sebagian kecil kekuasaan Allah tersebut terjadi, seluruh ekosistem dan tata kehidupan akan berantakan dan dampak buruk yang terjadi akan sangat luar biasa bagi kehidupan. Syukur Alhamdulillah Allah Swt Maha Pengasih dan Maha Bijaksana masih mengizinkan kita untuk menikmati kehidupan dunia sampai detik ini.

Tiada satupun alasan bagi manusia untuk tidak bersyukur kepada Allah Swt. Seharusnya inilah prinsip yang wajib dimiliki oleh setiap muslim.  Di mana pun dan dalam keadaan apapun kita wajib mensyukuri apa yang telah Allah berikan kepada para hambaNya.

Apabila kita mau berfikir, begitu hebatnya Kebesaran Allah Ta’alaa dan sangat amat kerdilnya kita sebagai manusia. Dengan kehendakNya Allah mampu melakukan apapun yang Dia kehendaki. Seluruh ruang di alam semesta ini tidak lepas dari pantauan dan kendali-Nya. Rangkaian ekosistem dalam kehidupan ini pun telah diatur dengan begitu rapi dan sistematis oleh-Nya. Pergantian malam dan siang, musim hujan, panas, semi, dan dingin adalah akibat rotasi dan evolusi bumi dalam mengitari Sang Surya yang tentunya telah di desain oleh Allah dengan sangat mempesona.

 “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal” {QS. Ali Imran: 190}

Oksigen disediakan cuma-cuma untuk seluruh makhluknya tanpa satu sen-pun dipungut biaya. Kalaulah sehirup oksigen itu dikenakan harga, tentu tak akan mampu kita untuk membayarnya. Seluruh kekayaan dan potensi alam di bumi juga di peruntukkan bagi kita. Gaya gravitasi bumi yang mungkin jarang kita renungkan diciptakan juga demi terjaganya kita untuk tetap berpijak di bumi. Mungkin selama ini kita kurang menganggap sebagian kecil ciptaan Allah tersebut, padahal jika direnungkan lebih dalam kita tentu tak akan bisa hidup nyaman dan aman di bumi tercinta kita baik tanpa gaya gravitasi dan oksigen gratis unlimited yang notabene keduanya masih sebagian kecil dari kebesaran Allah.

Begitu baiknya Allah Swt dengan seluruh rahmatNya yang masih tercurahkan kepada para makhluknya. Walaupun terkadang kita sebagai hambaNya bersikap kufur terhadap nikmatNya, namun Allah masih menjamin oksigen bagi kita. Walaupun diantara para hambaNya terdapat orang-orang yang mempersekutukan-Nya, namun Allah masih memberikan kesempatan waktu bagi mereka untuk hidup nyaman di bumi. Walaupun diantara para manusia ada yang memusuhi agamaNya, namun Allah masih menjamin rizki baginya.

 “Dan tidak ada suatu binatang melata [makhluk Allah yang bernyawa] pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).” {QS Hud: 6}

Sebagai muslim, marilah kita bersama belajar dan berusaha untuk selalu mensyukuri apapun yang telah Allah sediakan bagi kita para hambaNya. Sekalipun ditimpa sebuah musibah yang merupakan bentuk ujian dari Allah, marilah kita tetap bersusaha untuk bersabar dan tabah serta memohon yang terbaik kepadaNya. Kita harus menyadari bahwa tujuan kita diciptakan memang untuk diuji. Allah Ta’ala berfirman:

“Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” {QS Al Mulk: 2}

Sebagai muslim kita harus meyakini bahwa bersyukur adalah tindakan baik dan bijaksana yang sudah sepatutnya menjadi sikap setiap muslim dalam setiap momen dan keadaan. Hidup ini adalah rangkaian proses kita belajar dan berusaha untuk menjadi pribadi yang berkualitas dihadapan Allah, oleh karenanya belajar dan berusaha untuk memelihara rasa syukur sudah menjadi tanggung jawab bagi setiap pribadi muslim. Jangan sampai faktor lain mempengaruhi mempengaruhi prinsip kita akan rasa syukur. Ingat saudaraku sekalian yang tercinta, ada konsekuensi yang akan kita dapatkan tergantung apakah kita termasuk hambaNya yang pandai bersyukur ataukah justru kufur nikmat sebagaimana firmanNya:

 “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. {QS. Ibrahim: 7}

Rasa syukur yang kita miliki adalah salah satu nikmat yang tidak semua orang mampu untuk menjaganya. Selain Allah menjanjikan nikmat yang bertambah bagi hambaNya yang bersyukur, dengan rasa syukur seseorang bisa merasa tenteram dan nyaman dalam menjalani kehidupan, tidak merasa iri dengan kelebihan yang dimiliki orang lain, dan selalu rendah hati akan nikmat Allah yang telah ia peroleh.

Rasulullah Muhammad Saw pernah berpesan kepada kita selaku ummatnya:
Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Lihatlah orang yang berada di bawahmu dan jangan melihat orang yang berada di atasmu karena hal itu lebih patut agar engkau sekalian tiak menganggap rendah nikmat Allah yang telah diberikan kepadamu. {Muttafaq Alaihi}.

Dari hadits beliau yang tersurat, telah menyiratkan bahwa sejatinya setiap muslim haruslah memiliki rasa simpati dan empati kepada saudaranya yang secara kondisi tidak lebih baik dari kita. Dengan merasa simpati dan empati, kita bisa membayangkan mungkinkah kita bisa hidup seperti mereka yang kondisinya dibawah, lalu kita pun merasa diri sebagai manusia yang lebih beruntung sehingga tak ada satupun alasan yang tepat untuk tidak mensyukuri nikmat yang telah Allah beri  dan alangkah baiknya jika hati kita tergerak untuk membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan.

Dengan kita berpikir dan merenungkan seluruh ciptaan Allah, hal itu akan membuat kita sangat kagum dan terpesona akan Allah dan KeagunganNya. Selain itu juga akan membuat kita semakin beriman dan bertaqwa kepadaNya. Cinta, kekaguman, dan ketakjuban serta rasa syukur kita pada-Nya kian kuat terjaga dan terpelihara.

Semoga dalam perjalan hidup ini Allah selalu membimbing dan menuntun setiap langkah kita serta menganugerahkan semangat yang luar biasa pada kita untuk selalu bersyukur selamanya. Amiin Ya Rabb..

NB: Bagi saudara/i diperbolehkan untuk meng-copy paste artikel ini, namun dengan syarat harus mencantumkan sumber (source) web ini guna pihak lain juga mendapat manfaat atas dibuatnya blog ini dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan secara bersama. Syukran :)

Senin, 06 Mei 2013

Waktu Bukanlah Uang & Bukan Emas

Waktu Bukanlah Uang & Bukan Emas
Oleh: Muammal Habibi

Bagi saya, Waktu bukan hanya sekedar uang, bukan juga sekedar emas maupun materi paling berharga yang ada di dunia ini. Bila uang dan emas hilang, kita masih bisa mencari uang dan membeli emas  lagi. Namun bila waktu yang berlalu tentu kita tak akan pernah bisa memintanya kembali sekalipun kita menukarnya dengan segala bentuk materi berharga yang kita miliki. Sangat mungkin jika dalam sehari kita menghasilkan uang dan membeli emas, tapi sangat mustahil dalam sehari kita bisa mengahasilkan waktu walaupun sedetik. Sedetik saja waktu berlalu percuma, itu sama artinya sedetik umur kita berkurang sia-sia. Bagaimana jika semenit, sejam, sehari, sebulan, dan bahkan setahun waktu berlalu begitu saja tanpa manfaat baik di dunia maupun akhirat.

Tentu kita semua setuju jika tiap detik dalam hidup kita itu berharga, namun tak semua orang mau memahami bagaimana menghargai tiap detik dalam waktu yang kita miliki. Dari detik-detik yang telah kita lalui akan memperlihatkan apakah kita termasuk orang berkualitas ataukah orang yang gagal dan merugi. Setiap orang memiliki waktu yang sama 24 jam dalam sehari, namun dari mereka yang benar-benar menganggap waktu sangat berharga hanyalah mereka yang terbukti pandai memanfaatkan waktunya untuk hal-hal yang positif.

Sebagai muslim tentu kita sering mendengar Firman Allah Swt yang berbunyi:
“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholih dan saling menasihati supaya menaati kebenaran dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran”
(QS. Al ‘Ashr).

”Seandainya setiap manusia merenungkan surah ini, niscaya hal itu akan mencukupi untuk mereka.” [Tafsir Ibnu Katsir 8/499].

Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin rahimahullah berkata, ”Maksud perkataan Imam Syafi’i adalah surat ini telah cukup bagi manusia untuk mendorong mereka agar memegang teguh agama Allah dengan beriman, beramal sholih, berdakwah kepada Allah, dan bersabar atas semua itu. Beliau tidak bermaksud bahwa manusia cukup merenungkan surat ini tanpa mengamalkan seluruh syari’at. Karena seorang yang berakal apabila mendengar atau membaca surat ini, maka ia pasti akan berusaha untuk membebaskan dirinya dari kerugian dengan cara menghiasi diri dengan empat kriteria yang tersebut dalam surat ini, yaitu beriman, beramal shalih, saling menasehati agar menegakkan kebenaran (berdakwah) dan saling menasehati agar bersabar” [Syarh Tsalatsatul Ushul].

Surah Al Ashr merupakan salah satu surah yang terdapat dalam Al Qur’an juz 30. Surah ini pendek dan umumnya banyak kaum muslimin yang sudah hafal, bahkan anak kecil pun sudah banyak yang dilatih untuk menghafal surah ini. Anehnya, surah ini memang sudah banyak diajarkan oleh para orang tua, guru, ustadz maupun ustadzah. Namun dalam realitanya masih banyak diantara kaum muslimin yang kurang menyadari, menghayati dan mentadabburi kandungan dalam surah tersebut. Keadaan tersebut terbukti jika dikorelasikan ataupun dihubungkan dengan realita banyaknya kaum muslimin yang membuang waktunya secara percuma untuk hal-hal yang tidak bermanfaat.
Dari Abu Hurairah radhiallahunhu dia berkata: Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: Merupakan tanda baiknya Islam seseorang, dia meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya .
(Hadits Hasan riwayat Turmuzi dan lainnya)

Sebagai muslim, baik saya, anda, atau mereka, harus disadari bahwa kita umat muslim sudah jauh tertinggal oleh kaum lain. Bisa kita lihat realitanya saat ini antara bangsa-bangsa muslim kalah maju dengan bangsa-bangsa non muslim. Fakta lain, Indonesia yang mayoritas berpenduduk muslim cenderung dan dominan lebih konsumtif dari pada produktif. Hampir seluruh properti ataupun perlengkapan yang dalam sehari-hari digunakan adalah hasil karya bangsa lain. Lalu sampai kapan kita akan terus menjadi Negara muslim yang konsumtif. Tentu jika kita semua ingin lebih baik tidakalah bijak jika kita hanya mengandalkan penguasa atau pemerintah selaku wakil rakyat untuk menggerakan Negara ini, melainkan perubahan ke arah lebih baik harus ada pada tiap individu. Sebab, maju mundurnya suatu bangsa tergantung dari seberapa banyak putera-puteri bangsa disiplin dalam mengatur waktu dan gigih dalam mencapai prestasi.

Marilah kita bersama untuk senantiasa menghargai setiap detik waktu kita, memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya, menjadikan tiap detik waktu sebagai bagian terindah yang melebihi segala macam apapun bentuk harta yang paling berharga.

Tindakan paling sederhana untuk menuju lebih baik adalah mulai dari diri sendiri. Perbaikan diri dan mengatur manajemen waktu menjadi langkah dasar kita untuk menuju masa depan lebih baik.
Semoga Allah Selalu menyertai dan membimbing setiap langkah kita guna meraih ridho-Nya.
NB: Bagi saudara/i diperbolehkan untuk meng-copy paste artikel ini, namun dengan syarat harus mencantumkan sumber (source) web ini guna pihak lain juga mendapat manfaat atas dibuatnya blog ini dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan secara bersama. Syukran :)